Posted by : Vaiolin 22 Jan 2014


Bedil Lodong merupakan salah satu mainan anak Indonesia yang bentuknya seperti senjata-senjata militer jaman dahulu. Mainan ini berasal dari Tanah Sunda, biasa disebut Bedil. Permainan ini memiliki konsep yang mirip dengan mercon atau petasan.

Cara membuat Lodong tidak begitu sulit. Pertama-tama cari bambu yang besar dan tua, bamboo merupakan bahan dasar mainan ini. Setelah itu bamboo tersebut dipotong dengan panjang kira-kira 1,5-2 meter. Panjang pendeknya bamboo mempengaruhi kualitas tekanan gas yang dihasilkan. Setelah selesai dipotong, lubangi bamboo kurang lebih 10cm dari arah pangkal diameter bamboo tersebut kira-kira sebesar ibu jari, lubang ini akan dipakai untuk memasukkan karbit dan menyulut gas. Setelah itu, lubangi bagian ruas diantara pangkal yang telah dilubangi dengan ujung meriam menggunakan linggis. Sambungan ini sangat penting, supaya tekanan gas karbit yang dihasilkan tidak tertahan dan memecahkan bamboo tersebut.

Cara memainkannya, batang lodong disimpan dalam posisi miring, pastikan dudukan lodong stabil sebab jika bunyi lodong sangat keras bisa menyeret lodong tersebut hinga terpental karena dorongan energi ledakan yang sangat tinggi (kadang sampai pecah berkeping-keping), masukan sedikit air dari lubang terbuka dan sepotong karbit, tutup sisi lubang terbuka dan lubang kecil di dasar lodong dengan gumpalan kain. Setelah cukup waktu (kira-kira sampai karbit habis) buka penutup lubag kecil lodong dan dekatkan api dengan menggunakan obor di lubang itu untuk menyalakan meriam.

Lodong ini biasa dimainkan oleh anak remaja, orang tua atau anak-anak. Tapi jika dimainkan anak-anak perlu didampingi oleh orang dewasa karena jika kurang terampil wajah si anak bisa cemong hitam akibat tertembak lodong nya sendiri. Terkadang lodong dijadikan senjata perang-perangan antara 2 kelompok pada jarak tertentu lengkap dengan gundukan tanah sebagai bentengnya, anak-anak biasa menggunkan amunisi sepatu bekas atau wadah sabun, yang disimpan di moncong Lodong. Sehingga bila pertempuran dimulai, angkasa penuh dengan sapatu yang melayang-layang.
Zaman sekarang jarang ditemukan lodong atau bahkan mungkin sudah tidak ada. Menurut penuturan Mang Ohle “Kalau bedil lodong mah, sigana geus teu arapaleun deui barudak teh. Tong boro di kota, di kampung-kampung ge nu nyeungeut bedil lodong mah geus langka pisan.“


Sumber:
http://omdien.wordpress.com/2007/08/02/bedil-lodong/
http://mantraitemdoeloe.blogspot.com/2011/05/lodong-masuk-tipi.html
http://www.tintahijau.com/index.php?option=com_content&id=2577&Itemid=

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Valin's - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -